Tampilkan postingan dengan label lesson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lesson. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

Apologize VS Forgive

assalamualaikum.
sudah dijawab? jawab duluu
sudah? pinter
sudah makan? oh yaya. sori-sori banyak nanya

oke maaf kali ini awalnya agak geje. lha emang gatau mau mengawali pake model apa -__-
sebelumnya aku mengucapkan deep condolence buat Dara yang baru aja ditinggal sama Ayahnya pulang ke pelukanNya. Dara hebat lo, dia ngga nangis :') aku yang tau kabarnya sampe bingung setengah mati tapi eh ternyata Dara kuat sekali :D daebak !
semoga Ayahnya Dara dapet tempat yang paling indah di sisiNya. amiin

oke, judul postingan kali ini tentang minta maaf dan memaafkan. mana yang lebih sulit?
aku pengen nulis tentang ini karna aku merasa bahwa 17 tahun aku hidup di dunia, memaafkan dan meminta maaf ngga pernah semudah keliatannya. Aku merasa udah belajar bagaimana ikhlas memaafkan dan belajar untuk mengakui kesalahan pada orang lain, tapi ternyata masih aja belum cukup ilmuku untuk menerapkannya dengan baik. Apa kalian juga merasa demikian?

Kalo ditanya yang mana yang lebih sulit, menurutku sih sama aja ya. Proses meminta maaf dan memaafkan adalah salah satu proses untuk menuju dewasa dan kita tau sendiri kan kalo jadi dewasa itu ngga gampang. Being childish is always fun, semua-semua dituruti kalo kita kekanakan. orang ngga berani ngomong truth  sama kita karna takut kalo kita bakal sakit hati, tersinggung, dll. ya emang enak, tapi kita juga gabisa bersikap seperti anak-anak terus kan. lho kok jadi mbahas ginian sori sori.

Kemarin aku baru aja mengalami suatu peristiwa yang.. sangat sulit buat aku untuk memaafkan. Iyalah, kalo kita disakitin apa gampang memaafkannya? Apalagi kalo sakit itu sangat mendalam, yaa gitu wes kok maleh preketek. Emang sih kita ngga pengen balas dendam, tapi sakitnya itu lho. Suakiit banget rasanya. Rasanya seperti, tega banget dia kaya gitu sama kita. ya gak?
Awalnya aku berpikir bahwa aku ngga akan bisa memaafkan dia. Tapi aku inget-inget lagi, dosaku yang udah numpuk banget ini aja Allah masih mau maafin, masa aku maafin segitu aja gamau? namanya manusia kan banyak khilafnya. Terus aku juga inget Rasullullah SAW, beliau juga selalu memaafkan orang-orang yang sudah dzalim sama beliau, masa aku masalah kecil aja dibikin ruwet?

tapi kemudian aku inget kalo aku bukan Tuhan maupun Nabi Muhammad.

yap, tapi akhirnya aku memutuskan untuk memaafkannya. taukah kalian kalo kita bisa ikhlas itu hasilnya indah banget? rasanya ngga ada beban gitu. ngga perlu jaim kalo ketemu, ngga perlu judes-judesan, ngga perlu mengkerutkan dahi kalo ngeliat dia, enak lo. Tapi ya itu tadi, ngga gampang.

Bagaimana dengan meminta maaf? nah ini juga ngga kalah sulit. 

Meminta maaf berarti menyingkirkan ego kita, mengakui kesalahan kita, dan bahasa lebainya "bertekuk lutut". Iya bener lo. Kalo kamu salah, trus kamu minta maaf dan orangnya belum bisa memaafkan kamu, kamu ngga bisa dengan santainya bilang," Alah aku kan udah minta maaf". Gabisa gitu, kamu juga harus considering his/her feeling. apa yang membuat dia ngga bisa memaafkan kamu? seberapa besar sih kesalahanmu kok dia sampe gabisa maafkan kamu? kamu harus tau itu. Tapi, kamu juga ngga boleh memaksa orang itu untuk memaafkan kamu. Wes salah, sek mekso. kepet iku jenenge

Jadi kesimpulannya.. sama aja. Karna ketika kamu melukai orang lain ibaratnya kamu itu menancapkan paku di tembok. Pakunya bisa dicabut, tapi akan tetap meninggalkan lubang. Semakin dalam kamu menancapkan pakunya, semakin sulit untuk dicabut dan akan meninggalkan lubang yang semakin dalam juga. apapun yang kamu lakukan, luka itu tetap ada. iya kan?
itulah kenapa memaafkan terasa sangat sulit. Tapi minta maaf kan sulit juga. Kamu kalo mau nyabut paku yang udah mancep dalem banget di tembok dan gabisa-bisa, kamu bisa aja males kan. Jadi nyerah, trus pakunya ditinggal. Jadi paku itu tetap disana ngga dicabut. hayoloh, mau ninggalin luka yang nancep di hati?

emang udah ngga ada yang bisa dilakuin sama lubang di tembok, seperti halnya luka di hati. Ditutup juga ngga ada gunanya. Berarti sekarang tinggal gimana caranya kamu merawat tembok itu sebaik-baiknya biar ngga retak-retak. gimana caranya kamu merawat luka itu agar tidak terus perih.

Tamat.

quote of the day: aku aja atau kalian ada yang pernah merasa seger dan ga ngantuk lagi ketika bel bunyi menandakan pelajaran berakhir? .__. 

Selasa, 06 Maret 2012

Anak Aneh Itu

Anak Aneh Itu
by: Jenny Pirkle
from: Teen Ink; Love and Relationship

 Tidak terlalu banyak pengunjung, mungkin hanya sekitar tiga puluh orang, dan tak seorang pun memperhatikan panggung kecil itu. Aku maju lebih dekat, mencari jalan di antara meja-meja kecil yang tampak kepayahan menunjang payung-payung raksasa, meski waktu itu sudah gelap dan langit yang hitam, dengan beberapa percikan bintang di sana-sini, tidak menunjukkan tanda-tanda akan hujan.

Entah apa yang menarikku untuk maju ke barisan paling depan, hanya saja aku merasakan tatapan aneh itu, yang berpindah-pindah dari bibir ke mataku, lalu kembali lagi. Tatapan itu asalnya dari anak lelaki berpenampilan aneh, berhidung besar, yang duduk di pinggir panggung. Dia mengenakan jaket jeans, T-shirt hitam, dan celana jeans longgar. Kulit pucatnya hampir-hampir tampak kuning dalam sorotan lampu-lampu jalanan. Rambutnya hitam sekali, dan terjuntai hingga ke sepasang mata hijau paling indah yang pernah kulihat.

Rambut dia bagus, sementara aku tidak. Aku tersandung batu-batu kerikil, karena terlalu terhanyut dalam perasaan dekat yang tak terucapkan ini. Waktu aku mengangkat wajah lagi, dia sudah tidak ada. Aku maju beberapa langkah, dan menemukan dia di depan panggung, sedang menyingkirkan kaleng susu yang berfungsi sebagai tempat koin untuk band-nya, seolah hendak menyatakan bahwa dia tak mau menerima uang untuk apa yang akan dilakukannya.

Nada gitar terakhir dalam lagu itu makin pelan ketika seorang anak lelaki membisikkan "terima kasih" ke mikrofon dan tersenyum pada dua atau tiga orang yang memberikan tepuk tangan. Lalu dia menoleh sekilas pada si anak berpenampilan aneh itu dan mengangguk sedikit. Anak itu balas mengangguk, hampir-hampir tidak kentara, lalu melompat ke panggung untuk bergabung dengan si pemain gitar merangkap penyanyi, si pemain saksofon dan drum. Lalu anak berpenampilan aneh itu mengeluarkan biolanya dari kotak dan mulai menggosok-gosokkan penggeseknya pada senar-senar biola dengan sangat lembut, hingga aku bertanya-tanya apakah dia punya semacam ikatan yang tidak sehat dengan benda itu.

Aku langsung tahu lagu yang dimainkannya; lagu Dave Matthews. etiga anak lainnya bermain cukup bagus untuk ukuran remaja, membangun nada-nada hingga ke satu titik yang membuatku yakin i pemain biola akan beraksi. Benar saja; dia masuk dengan sempurna, gerakannya begitu alami hingga seolah dia tidak bergerak sama sekali.

Aku yakin para anggota band lainnya masih terus bermain, dann aku juga yakin orang-orang di belakangku tidak berhenti mengobrol untuk menikmati pertunjukan itu. Aku positif bahwa saat ini masih malam di Savannah, Georgia, dan aku tidak ragu sedikitpun bahwa anak berpenampilan aneh itu bermain hanya untuk satu orang. Namun, begitu musik mengalir dari tangannya, bad itu terdia, orang-orang juga terdiam. Jalanan serasa dibanjiri oleh cahaya yang paling terang.

Anak itu memainkan biolanya hanya untukku.

Dan untuk dirinya sendiri. Dengan segera kusadari bahwa cahaya yang menyelimuti kami berdua terpancar lagsung dari sepasang mata hijaunya yang menakjubkan itu, bukti dari api yang berkobar terang did alam dirinya. Cahaya itu bagaikan bola yang mengangkat kami ke angkasa untuk bersatu dengan bintang-bintang dan bergabung dengan orkestra langit yang bermain begitu dahsyat hingga hanya telinga mereka sendiri yang sanggup mengikuti nada-nada tak kentara itu. Gerak-gerik anak itu begitu luwes hingga aku nyaris tak percaya dia menghasilkan musik itu melalui alat yang dimainkannya, sebab kubayangkan dia sekedar memerintahkan nada-nada itu untuk terjadi begitu saja.

Sementara itu, aku sendiri tak punya alat musik. Aku hanya bisa eksis, berdiri terpaku, terbakar api talentanya.

Dia terus bermain.

Dia memainkan biolanya, dan tidak penting lagi bahwa dia hanyalah anak lelaki berpenampilan aneh. Dia terus bermain, dan dia tak peduli bahwa kaleng susunya masih tetap kosong, tersembunyi dari pandangan. Dia terus bermain, dan jalanan serasa terbuat dari emas, dan bintang-bintang di atas Savannah adalah penontonnya, dan sahabat-sahabatnay. Ketika dia menatapku lagi dengan sorot mata bening itu, aku jatuh cinta padanya akrena dia telah membuktikan bahwa kalau kita benar-benar mencintai hidup, hidung besar dan kaleng susu yang kosong tidak lagi penting.

Akhirnya, ketika aku kembali bisa merasakan jalanan di bawahku, kucari dia, tapi dia sudah pergi. Seorang anak lelaki lain membisikkan "terima kasih" ke mikrofon dan tersenyum pada dua atau tiga orang yang bertepuk tangan.

Senin, 05 Maret 2012

Kembali Hidup

Kembali Hidup
by: George L. Newton III
from: Teen In; Love and Relationship

Sebelum mengenal dia, aku tidak tahu arti kehidupan. Ucapan-ucapan yang kulontarkan membuat orang-orang menjauhiku. Hari demi hari aku berbicara tentang kehidupan seolah-olah kehidupan itu adalah benda mati yang menarik minatku dengan cara yang paling abstrak. Aku hanyalah rongga kosong yang diisi oleh ucapan-ucapan orang lain. Aku domba yang dengan mudahnya dituntun kemana saja.

Aku mengisi kepalaku dengan kebohongan-kebohongan. Aku bisa meyakinkan diriku," Aku tidak kesepian. Aku tidak butuh cinta." Tapi dia bisa membaca isi hatiku sesungguhnya. Dia mencoba menarikku kembali ke dalam kehidupan, tapi aku bertahan. Aku tak sanggup merasakan cinta. Aku akan membuatnya terluka. Dia masih terus meminta, tapi aku tak mengerti. Satu-satunya kata yang kukenal hanyalah "tidak". Namun, dia terus meminta.

Minggu pertama itu terus kupandangi diriku. Apa yang dilihatnya pada diriku? Warna mataku masih tetap suram, seperti biasa. Rambutku juga masih tetap tak beraturan. Masih terngiang kata-katanya di telingaku. Kenapa dia mencintaiku? Hatiku terlompat. ku ingin tahu. Wajahnya memucat pias saat akhirnya aku mengiyakan.

Sambil duduk di deretan belakang, dengan satu lengan memeluk bahunya (aku meniru ini dari sebuah film yang aku sudah lupa-lupa ingat), sekonyong-konyong aku mengerti, apa yang dilihat di mata masing-masing, oleh pasangan di layar itu. Masih kuingat saat kamu saling mengucapkan selamat malam. Cahaya lembut di beranda. Bibir kami bersentuhan ragu-ragu. Sepasang matanya yang berbinar-binar saat dia perlahan-lahan terbuai. Aku rela menjual jiwaku demi bisa mengulangi kembali saat itu. Suara pelan tawanya ketika ayahnya memanggil dari dalam rumah akan senantiasa menghantuiku.

Keesokan harinya dunia terasa berbeda, tidak lagi seperti dunia yang selama tujuh belas tahun ini kudiami. Ada yang berubah seiring langkah ringan kakiku menuju rumah. Dunia terasa lebih lembut. Lebih aman. Dia telah mengajariku untuk mendengarkan. Kini aku bisa merasakan sesuatu yang selama ini kucoba tak hiraukan. Untuk pertama kalinya aku bisa bicara tentang diriku. Pikiranku mulai bekerja. Kalau dia bisa begitu menyayangiku, bagaimana dengan yang lain? Keluargaku. Teman-temanku. Aku mulai membalas cinta yang kurasakan. Kemarin kudapati diriku tersenyum. Mungkin aku akan mencobanya lagi.

Sebelumnya aku menganggap cinta sebagai benda mati yang takkan pernah bisa memengaruhiku. Aku bisa melindungi diri dengan ucapan-ucapanku. Dia telah membantuku merobohkan segala kebohongan itu. Membuatku mengerti tentang cinta. Tentang kehidupan. Dia mengajariku lebih banyak daripada buku mana pun. Aku tahu siapa diriku. Sebelum bertemu dengannya, aku tak pernah tahu makna kehidupan.

Minggu, 04 Maret 2012

Say Goodbye !

Hallo kawan-kawan semua. Akhirnya ada kesempatan buat posting juga. Kenapa judulnya gitu? ya tentu saja karena memang, TUGAS-TUGAS ARE OVEEERRR YEAAA
sebenernya udah ngerasa cukup santai waktu yang namanya PAPER itu dikumpulkan. rasanya mendadak comfortable gitu. tapi ternyata kenyamanan itu ga berlangsung lama, masih ada ujian paper, pidato, dan KTI. eh tiba-tiba jadi inget waktu bu ketip ngajar di kelas trus ngomong masalah KTI nya. what a pity mam, kita ga dengerin sama sekali gara-gara euforia pengumpulan paper.

dan alhamdulillah hari ini ujian paper selesaaaaaaiii 

oh ya, aku mau cerita dikit tentang pengalamanku waktu malming kemarin. yap, sabtu kemarin ga sperti biasanya, aku melakukan sesuatu yang berarti. Sabtu kemarin aku, bintang, rian, via, dan dikung ke rumahnya bintang. kita disana makan MIE GALAU
saranku buat mie satu ini, kalo yang emang suka pedes dan perutnya tahan banting, silahkan coba. tapi kalo buat yang perutnya ga tahan, mending jangan deh. soalnya mie ini kayak super trap. pas dimakan rasanya enaak banget, kerasa pedesnya tuh pelan-pelan. tapi ilangnya pelan-pelan juga..


aku awalnya santai makan itu. wah enak ya, iya enak ga pedes-pedes banget. tapi ga lama.. perutku panas. perih. berbunyi. tengtengtengtengteng menandakan aku harus stop makan karna emang PERIH BANGET.
dikugn yang suka pedes ekstrim aja ga kuat makannya. rian makan sampe mukanya merah, pokoknya ga ada yang tahan. alhasil mienya yang extreme HOT ga abis. mubazir ya. tapi siapa yang mau makan itu.
kalo kata temen-temenku mendingan mie setan. soalnya kalo mie setan pedesnya langsung, jadi kita langsung minum, langsung stop, langsung huh hah huh hah. kalo mie galau pedesnya pelan-pelan.. ilangnya jga pelan-pelan.. seperti perasaan galau yang merambat di hati. pelan-pelan tapi pasti menyakitkan..

nah, setelah makan mie galau, kita keluar buat beli nasi bungkus untuk dibagikan ke orang-orang di jalan. abis beli trus kita balik lagi ke rumah bintang. pertamanya balik dengan niatan mau pinjem mobil papanya bintang, tapi ga boleh sama papanya. yaudah deh kita bagiin nasinya naik motor.

trus sekitar jam 10an kita berangkat ke daerah kelenteng. disana banyaak banget tunawisma-tunawisma yang tidur di jalan. aku waktu itu rabun, ga pake softlens. jadi kalo mau ngasih harus dipegangin biar ga jalan kemana-mana. like a boss emang.

tapi yang jelas, malam itu aku terharu banget. aku belajar banyak dan AKU PENGEN LAGI. bapak-bapak pertama yang aku datengin adalah pak tukang becak. beliaunya lagi tidur dengan nyenyak di becaknya tanpa selimutan apapun. aku sama via bingung mau ngasihnya gimana. paknya tidur, mulet-mulet, kita mundur-mundur. sampek akhirnya bapaknya bangun soalnya kaget. hehe maaf ya pak

abis itu kita beranjak ke pak-pak lainnya. pak-pak yang kedua ini langsung bangunin temennya buat ngasih tau kalo ada makanan. beliau juga mengarahkan kami buat membagi makanan ke temen-temennya di sekitar situ. aku ngerasa seneng sekaligus ngenes. mereka liat makanan langsung dibuka trus dimakan. pasti laper banget ya. apalagi malem itu dingin dan hujan rintik-rintik. mereka apa ga punya keluarga di rumah ya? aku cuma bisa bagiin dengan hati miris.

sedikit percakapanku sama bapak-bapak tunawisma disitu

aku: pak.. orang-orang disini udah saling kenal semua ya pak?
paknya: iya mbak. senasib disini. rata-rata mulung. kalo pak yang itu mbecak, kalo yang ini biasanya mulung sama saya
aku: nggak dingin pak? *bego banget ya aku tanya gini
paknya: udah biasa mbak tidur disini..
aku: ooh.. tapi nggak kesepian kan pak, soalnya banyak temennya?
paknya: nggak mbak..

bahkan waktu di perjalanan pulang, pak-pak lain yang kita kasih nasi mendoakan semoga kita sukses dan banyak rezeki. God, kenapa mereka harus mengalami hal kayak gini? apa ga ada yang lain yang bisa aku lakuin? :(

sepulangnya aku belajar banyak hal. selama ini aku kalo disuruh makan masih ogah-ogahan. sekalinya makan juga sering ga abis trus aku tinggal gitu aja. padahal di jalan-jalan banyak yang butuh makanan. aku makanan masih suka pilih-pilih. ya Allah, maafin aku ya :(
kalo tidur aku masih suka bawel. yang kepanasan lah, yang gak pewe lah, padahal mereka tidur ga pake alas apa-apa. bahkan ga pake selimut apapun. aku yang tidur di kamar yang anget dan bersih gitu masih aja suka ngeluh. ya Allah maaaaaaaaff TT

mulai sekarang aku bakal semangat ! aku mau jadi psikiater supaya aku bisa ngopeni mereka. kalo aku jadi dokter dulu kan bisa ngobatin mereka yang sakit :D aku berharap suatu saat nanti aku punya waktu buat ngobrol lama sama mereka. ya Allah, makasih atas pengalaman ini. 

aku janji kalo makan aku abisin sampe bersih, aku bakal bersyukur banyak-banyak, aku bakal ngurangin mengeluh, aku bakal memperbaiki sikapku selama ini. ya Allah makasih ya udah memberiku guru-guru seperti mereka :') uzinator yo lewat.

serius rek, sebelum aku terjun langsung, aku ga terlalu peduli dengan ungkapan "jangan ngeluh, masih banyak yang punya masalah lebih dari kamu". aku ngerasa ungkapan itu klise. tapi asli, ungkapan itu bener dan nyata. kalian coba aja sendiri kapan-kapan. lumayan nambah ilmu :)   
 

Minggu, 22 Januari 2012

Dreams

I realized the meaning of DREAM after I.. -friend-

yap, tadi itu merupakan quote awalan untuk membuka postingan kali ini *enak
jadi yoo titik-titik itu bisa kamu isi sendiri. kalo aku sih, aku baru menyadari arti sebuah impian setelah aku mendengarkan banyak cerita dari orang lain :)

1. Membahagiakan Orangtua
there was a friend who says, dia merasa 'salah'. orangtuanya mengharapkan dia masuk ke A, tapi dia ngga pengen itu. ada jurusan lain yang udah jadi impiannya. tapi setelah ngeliat orangtuanya sangat bangga kalo dia masuk ke jurusan A, dan orang di sekitarnya juga sangat support, akhirnya dia memutuskan untuk berusaha sebisa yang dia bisa untuk masuk ke jurusan A. dia sebenernya bisa saja asal-asalan dalam mengikuti tes ke jurusan A, tapi dia merasa bersalah sama orangtuanya kalo dia melakukan itu. Jadi di aberusaha sebaik mungkin, kalo ga diterima ya udah, yang penting dia udah usaha sungguh-sungguh. such a classic story but has a deep meaning in it.

2. Maunya disana, tapi engga boleh
jadi ceritanya dia ini mau masuk ke universitas A. Universitas A ini terkenal bagus banget, tapi di  luar kota. Orangtuanya ga mengizinkan karna berat sama biaya hidup dia selama di luar kota. ngekos, spp kuliah, belum lagi kal operlu buku atau sembarang kaler. Dia baru boleh kuliah ke luar kota kalau dia masuk ke universitas yang kuliahnya dibayari negara *yo ngerti kan maksudku. kalo dia ga bisa masuk situ, dia harus kuliah di Malang. Padahal sebenernya dia pengen banget kuliah di Universitas A, tapi sekali lagi, dia ga bisa melawan.


both are classical story. but, dari cerita itu aku jadi merasa bahwa, wow, everybody has a dream, but not all of them can reach their dream.

how about myself ?
well, aku punya impian buat nolongin anak-anak seperti kasus diatas :)
kalo mereka punya kesulitan berbicara sama orangtua mereka, aku pengen jadi 'jembatan' mereka.
kalo mereka punya sesuatu yang ga bisa mereka ungkapkan ke orangtua mereka, aku pengen membantu mereka.
kalo orangtua punya suatu harapan dengan maksud baik tapi susah ngomong ke anaknya, aku pengen jadi 'messenger' mereka.
kalo ada yang ga semangat, aku pengen jadi penyemangatnya.
kalo ada yang butuh bantuan, aku pengen membantu mereka.
kalo ada yang pesimis, aku pengen memberi mereka kekuatan supaya mereka optimis
kalo ada yang punya impian, aku pengen membantu mereka menggapai impiannya.
pekerjaan apa yang cocok buat aku? ya, aku pengen jadi psikolog seperti ibuku :)

sayangnya..
ibuku lebih menghendaki aku jadi dokter. Ibu ga pengen aku masuk psikologi karna menurut ibu, psikologi itu dasar ilmunya ga kuat. kalo jadi dokter, aku bisa ambil psikiatri dan belajar psikoterapi dari ibuku. Ibuku terlihat sangat ingin aku jadi dokter.
Ibu mengizinkan aku kuliah dimana aja aku mau, asalkan aku berjuang buat jadi dokter. aku udah berusaha menolak teman, tapi akhirnya aku luluh. oh jadi ini ya yang dirasakan temen-temen yang udah berbagi cerita sama aku
aku luluh, dan akhirnya akupun bertekad untuk jadi dokter. Ibu bahkan sudah menyiapkan semuanya supaya aku jadi dokter. aku jadi mikir-mikir kenapa aku pengen jadi psikolog

alasan aku pengen jadi psikolog
1. aku pengen seperti ibuku
2. kuliah psikologi itu sepertinya.. ga terlalu berat buat aku
3. aku tertarik sama ilmu-ilmu 'mengenali' manusia kaya gitu
4. sepertinya itu aja

setelah aku pikir-pikir apa yang aku dapet kalo aku jadi dokter
1. prospek ke depanku jelas
2. well, aku sebenernya nunggu-nunggu saat jadi co-ass. seru aja gitu semua departemen kedokteran dicoba
3. di kedokteran juga dipelajari ilmu psikologi.
4. kalo aku ambil kedokteran trus ambil psikiatri, ilmuku lebih banyak
5. aku bertekad mengubah citra psikiater yang kadung jelek (bisanya cuma ngasih obat), jadi psikiater yang unyu
6. aku membahagiakan kedua orangtuaku
7. aku bisa merawat keluargaku kalo sakit

begitulah kawan.
setelah menimbang dan memilih, akhirnya aku putuskan untuk jadi dokter :)
aku inget kata-kata mbak-mbak dari SSC

"Tuhan itu berbicara sama kita lewat banyak hal. Lewat orangtua, temen, pacar, dan lain-lain. Kalo orangtuamu ga mengizinkan kamu disitu, mungkin saat itu Tuhan sedang membelokkan kamu supaya kamu mendapat yang jauh lebih baik dari itu."

yah. semoga :)

Senin, 02 Januari 2012

Ketika Wanita Menangis

Jika wanita menangis di hadapan mu,
Itu berarti dia tak dapat menahan nya lagi

Jika kamu memegang tangan nya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersama mu sepanjang hidup mu

Jika kamu membiarkan nya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi diri nya yang dulu
Selamanya

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali di depan orang yang amat dia sayangi
Dia menjadi lemah


Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangi mu,

Dia akan menurunkan rasa egois nya


Lelaki,
Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangan nya dengan pengertian

Dia adalah orang yang akan tetap bersama mu sepanjang hidup mu

Lelaki,
Jika seorang wanita menangis karena mu,
Tolong jangan menyia-nyiakan nya

Mungkin karena keputusan mu,
Kau merusak kehidupan nya

Saat dia menangis di depan mu,
Saat dia menangis karena mu,

Lihat lah mata nya........

Dapat kah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakan nya?

Pikirkan...........

Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Di depan mu dan karena mu......

Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,
Karena menangis dengan diam tidak lah memungkinkan lagi


Lelaki,

Pikirkanlah tentang hal itu

Jika seorang wanita menangisi hati nya untuk mu,
Dan semua nya karena diri mu

Ini lah waktu nya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuk nya,
Hanya kau yang tahu jawaban nya

Pertimbangkanlah

Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk mengatakan "MAAF!"

Dan semua nya akan terasa berarti saat kamu kehilangan semua nya. Semua yang sangat berarti untuk mu tapi kau tidak menyadari nya. Bahkan kau hanya menyia-nyiakan nya. 

Rabu, 28 Desember 2011

Request Part 7

hello bloggy. my story will ends here :)

Scene 16: all over the world (ah ya ga juga sih, sekitaran malang aja)
waktu: Timeless (?)
singkat cerita, akhirnya kita terus menjalani hubungan yang sangat baik setelah hari itu. Tentunya dengan guilty feeling yang sangat ama mendalam yang ada padaku. tapi aku dengan bodohnya berusaha menjalani semuanya .__.
aku masih inget waktu itu ulangtaunmu dirayain sama SEAL69 di tugu bareng sama ultah tulid :D ceritanya abis ponram kita langsung ke tugu rame-rame buat ngerayain ultah kalian. pertamanya kamu cuma tau kalo mau nggambyor tulid, eh ternyata kamu digambyor juga. kamu marah sama aku soalnya aku ga bilang. hihi, jenenge ae surprise, atene ngomong rek -__________-
abis dari ponram kamu ngajak aku ke alun-alun. well, jujur itu pertama kalinya aku pergi malem-malem sama cowo. sebelumnya ga pernah. NANG ALUN-ALUN PISAN. secara, kata orang-orang alun-alun itu tempat orang pacaran -__- dan honestly, it was my first time going to alun-alun.. *SFX: HA SUMPAHON JOR*
yap, sebelum ketemu kamu, aku emang anak rumahan banget.
di alun-alun aku udah curiga aja. takut ga aman. masalahnya alun-alun itu remang-remang, rame, ada bencong, banyak orang jualan, duh intinya nakutin deh buat princess kaya aku *ndeso ae ngaku princess*
aku inget banget gini

kamu : ati-ati tas jangan kamu bawa gitu.. taruh depan. disini ga aman
aku : oh iyaiya *bego banget wong jelas alun-alun rame, tas yo dibiarkan menjuntai santai*
kamu : temen e mbakku pernah kecopetan hapenya disini. tasnya disobek orang dia ga kerasa. makanya kamu jangan gitu bawa tasnya
aku: oh iya iyaaaaa *frightened*

mungkin batinmu waktu itu ngetawain kegeblekanku kali ya.
abis itu kamu nawarin aku buat beli jagung bakar. aku gamau. bukannya kenapa-napa, I'm just too excited aja, jadi males mau makan atau minum apapun. yaudah kamupun ngajak aku ke tengah alun-alun, tempat yang ada kolamnya. eh kolam ga se iku? lali ah. pokoknya tempatnya remang-remang -__-

kirii kanaaan kulihat sajaa banyaaaak orang pacaraaaan ~

iya suer deh. wong pacaran tok ancen isine. secara, tempat e remang-remang gelap asoy gimanaaa gitu ._.
jadi sambil duduk di kolam, aku masih tetep ngekep tasku takut disobek orang.

aku kira kamu mau ngajak aku ngomong sesuatu gitu. eh ternyata engga. perhatianmu 100% teralihkan oleh TOPENG MONYET

opo mbak
 ya sebenernya aku bete hari itu -__- tapi ngeliat raut wajahmu yang seneng liat topeng monyet ituu.. lucu banget :)
aku seneng banget hari itu. thank you :')

Scene 17: rumah, sekolah, everywhere you are
waktu : From September - December
yap, setelah dari alun-alun itu semuanya berjalan seperti. sampai suatu hari, God let you know the truth :)
kamu memergokiku. kamu mengungkap semua kebohonganku. kamu dedel duwel kabeh fakta yang selama ini aku sembunyikan.
and as I expected, kamu kecewa.
dan aku ga berusaha melakukan apapun untuk membuat diriku keliatan benar di matamu. karna memang aku salah, aku salah dan ga ada alasan apapun yang pantas buat nge-cover aku. It's all my fault.
aku inget, sewaktu kamu masuk sekolah kamu cuma diem, duduk di pojokan, dan ga ngegubris aku sama sekali. matamu bengkak. aku tahu, you cried.
aku ngerasa berdosa banget sama kamu. setiap hari ga berhenti-henti aku berusaha untuk membuatmu supaya memaafkanku, atau seengganya bicara denganku. aku ga pernah putus asa. tapi bodohnya aku, aku masih belum bisa tegas meninggalkan M (the side-character of this story).
sampai suatu hari M (yang saat itu masih jadi cowoku, ya kalo dia nganggep aku cewenya sih) ternyata jadian sama cewe lain karna dipaksa sama temen-temennya.
dia jadian. oke fine.
aku ngerasa hal itu adalah hukuman yang pantas buatku. aku udah jahat sama kamu, Tuhan ga rela cowo sebaik kamu disakiti, jadi aku juga ga kalah sakit :'D
tapi meskipun gitu kamu tetep dateng ke aku

kamu: kamu kenapa ? kok statusnya gitu ?
aku: aku gapapa
kamu: jangan bohong
aku: sigh.. *akhirnya aku cerita semuanya ke kamu sambil nangis. menangisi nasibku, hukumanku, dosaku ke kamu*
kamu: udah sabar..
aku: tapi gapapa, emang aku pantes nerima ini. aku udah jahat sama kamu, mungkin ini pembalasan.
kamu: maksudmu apa ?
sekalipun kamu udah nyakitin aku, sedikitpun aku ngga pernah pengen kamu tersakiti
aku ngga pengen kamu ngerasain sakit yang sama seperti aku

aku: *totally speechless, and began to cry again. God, why I dumped this guy ?*
saat itu aku bertekad, aku harus meninggalkan M as soon as possible.

BRIDGE
well actually I'm not quite sure about what 'BRIDGE' means .__.

aku terus berusaha untuk meyakinkan kamu bahwa sat itu aku serius sama kamu. aku juga berusaha sebisa mungkin menjauh dari M. aku berusaha sekuat tenaga, karna meninggalkan M itupun ga gampang. tapi aku selalu berpikir kalo aku harus berpikir rasional. Cinta berbanding terbalik dengan logika? True ! but I tried to against it.
sungguh sakit rasanya ngeliat kamu bisa bercanda bebas sama temen-temenku, sementara noleh ke aku aja ga pernah. nyesek banget. 
hingga suatu hari di kelas rame bahwa kamu abis nonton sama mantanmu.

JLEB.
maybe.. I deserved it :')
aku mulai berpikir bahwa saat itu mungkin adalah waktu dimana aku harus mundur. ya, Tuhan pengen aku mundur. aku ga bisa bersamanya. goodbye boy, I love you but it's too late.
Scene 18: I don't really have to mention this ._.
waktu : December
December is always be my month, you know ? :)
waktu desember, waktu UAS. great.
Desember, itu adalah saat aku bisa deket lagi sama kamu. Perlahan tapi pasti, aku bisa ngobrol lagi sama kamu, bercanda lagi sama kamu. semuanya berkat anak-anak yang mengadakan belajar bareng. tapi belajar bareng kok anak sekelas, yo jelas.. rame ._.
Deember, itu ada SLAM@NITE. ah sumpah aku kangen banget sama SEAL69 :')
waktu itu kelasku nampilkan drama trus ada dance nya. kamu bisa ngebreak WOW it's WOW banget. mbok kiro aku ga tersepona ngono heh ?
SLAM. waktu SLAM ada kejadian yang nyenengin banget :')
waktu itu SEAL69 lagi sibuk mempersiapkan performance nya. ketika semuanya sibuk di dalem kelas buat make up dll, kamu keluar kelas dan bersandar di tangga. aku ngeliat kamu trus mikir, ga biasanya kamu ngejauhin anak-anak. yaudah aku datengin kamu

aku: lapo ndek kene?
kamu: gapopo.. *ngeliatin anak kelas lain yang lagi tampil*
kamu: gendeng aku nderedeg. kok arek kelas liyane apik se
aku: halah weees, ga usa mikir kelas liyane. saiki pikiren piye carane kamu ntar iso ngedance apik 
kamu: *whisper* enakan mikir yang di sebelahku

kemudian kamu ninggalin aku yang.. terdiam, terpaku, ter ter ter..
sial -___________-

kemudian giliran SEAL69 tampil. aku masih inget semuanya, just like when I press the 'playback' button. aku bener-bener kangen kalian SEAL69. my best class :'D
setelah penampilan itu, aku kamu dito hapit shika dyka bintang berencana ke bukit bintang buat melepas penat. aku kamu bonceng. di perjalanan kita bercandaaaa mulu. ngerasani hapit yang duduk kakinya dilipet sambil nyetir motor -__-, ngerasani dito yang badannya segitu tapi santai-santai ae diterpa angin malam, sampe ga tega aku. rasane pengen tak selangi jaket tapi aku juga ga jaketan ._.

sesampainya di bukit bintang, kamu sama aku turun.

aku: *menikmati hembusan angin malam*
kamu: kalo nanti M ke malang, ajak kesini ya..
aku: *shock* ngapain sih ngomongin dia ?
kamu: :)

rasanya aku pengen nangis kamu bilang gitu, tau ga ? as If you have already given up me :(

di perjalanan pulang, inilah percakapan yang sebenarnya.

kamu: Fara, aku mau nanya
aku: apa?
kamu: apa aku boleh berharap lagi ?
aku: boleh dong . kan terserah kamu
kamu: kalo ada apa-apa, janji jangan bohong lagi ya ?
aku: iya..
kamu: kalo kamu emang ga suka aku ngomong ae, jangan bohong lagi please
aku: ...
iya.

Scene 19: Depan Sekolah
Waktu : Jumat, 7 Januari 2011
semua berjalan dengan sangat membahagiakan :D aku seneng, kamu juga seneng. tapi GUOBLOK ancen aku, masih belum bisa meninggalkan dia dengan tegas. sampe tanggal 6 januari, kamu sekali lagi dikasih tau Tuhan kalo aku jahat sama kamu.
kamu ngebuka smsku dan kamu menemukannya. sms-sms itu. GOSH
malamnya aku berusaha gimanapun caranya untuk ngebujuk kamu bicara. sampe pada keputusan finalnya, kita baru ngobrol besok.
semaleman aku mikir

udah 4 bulan kita ga ngobrol, aku ngerasa sangat kehilangan.
sedih banget rasanya waktu seolah aku ga ada di hidupmu. ga ada di pandanganmu.

Desember kita deket lagi. aku seneeeng banget. aku ngerasa bahagia karna kamu udah deket sama aku lagi. 

pertanyaannya sekarang adalah : sanggupkah aku kehilangan kamu untuk kedua kalinya? bahkan mungkin untuk selamanya?

Okay, I have decided :)
-----------------------------------------------------------------------
aku: kita ngobrol dimana?
kamu: terserah, abis aku jumatan aja

aku : *waiting*

akhirnya jumatan selesai, lalu kamu datang dan duduk di sebelahku. di depan sekolah. yeah, I REMEMBER :')

kamu: maumu gimana? sekarang terserah kamu. aku ga bisa kalo ga ada ikatan. kalo gak ya gak usah sekalian
aku: *God, I'm not prepared for this*
kamu: gimana wes sekarang ? tentuin sekarang.
aku: emm...

fyi, waktu itu Sena Ilham Prakoso tiba-tiba melintas trus berhenti di depan kita trus ketawa dengan ekspresi ketawa setan -___-

aku: emm.. oke
kamu : hah ? apa ?
aku: yowes IYO
kamu: wow..
aku: hehe

silent.

aku: lho wes a iki ?
kamu : iyo uwes.
aku: sumpaon uwes ?
kamu: yo.. uwes ancen !

and I saw your face turning brighter brighter and brighter, and that was the day I saw you so relieved. and I was amazed with your beautiful smile :')
07.01.11
this is not the end, it's just the beginning

EPILOG
mungkin kalian bertanya-tanya apa yang aku lakuin sama M. ya, aku meninggalkannya. aku membulatkan tekad untuk menempuh hidup yang nyata :)
sungguh bukan sesuatu yang gampang buat ninggalin dia, tapi aku harus memilih kan? dan aku pilih yang nyata :)
bulan-bulan awal aku sama Rian jadian, bukan sesuatu yang mulus. aku kadang masih kontak sama M, aku juga masih suka diteror-teror sama temennya M, aku diteror rasa bersalah, bahkan Rian sempet berantem sama M. tpai akhirnya semua itu terlalui. aku mencoba mengabaikan perasaanku yang bolak-balik bimbang. dan alhamdulillah, we still together until now :')
and this january we are going to celebrate our 1st anniversary :D

love you Triananda Maulana :*



Kamis, 15 Desember 2011

Request Part 6

Scene 15: On The Road
Waktu: siang hari, 14 Agustus 2010
aku seorang penipu besar
aku menipu orang yang sangat mencintaiku 
aku juga menipu diriku sendiri 
aku menipu perasaanku, aku berkata pada perasaanku bahwa aku tidak mencintaimu
bahwa aku masih bisa menjaga ikatanku dengan dia yang selama ini telah menyakitiku 
lalu aku menipumu dengan mengatakan bahwa akupun merasakan perasaan yang sama denganmu
satu-satunya hal yang jujur kukatakan padamu adalah, kita tidak bisa bersama

tapi seandainya kamu tahu
aku sangat mendambakanmu
aku sangat ingin menerimamu sebagai orang istimewa yang akan mengisi hari-hariku
aku ingin kamu senang dengan jawabanku
dan tentu saja kamu senang
aku ingin dia yang disana juga masih terikat denganku
tentu saja dia juga senang
semuanya senang, hebat kan aku?

aku seorang penjahat nomor 1
aku berkata padamu bahwa kita tidak perlu memiliki ikatan selama kita saling menyayangi
kamu, yang begitu polos dan murni, percaya padaku
dan berjanji bahwa kamu tidak akan berpaling dariku apapun yang terjadi
wow, hebat sekali lidahku

my dear BF, this post is dedicated to you, I promised you to post about this story :)
this is my apology
at that time, when I told you that I loved you too, I wasn't lying at all 
I definitely loved you too
but yeah, I was too selfish
At that time I haven't learn about keeping someone's feeling. I wanted to continue my relationship with him, but I didn't want to make you sad 
That was why I didn't mention anything about him at that time. Because I didn't want to see your tears 
how dare I made you cry after all sacrifice you have done to me, all those nice experience, and those laughs?

you : but how we supposed to keep our relationship if we don't have any bond ?
me : umm.. maybe just keep our feeling towards each other ?
you : okay then, I promise :)
me : *speechless*

yah intinya aku ingin bilang pada orang-orang di dunia ini yang sedang galau antara beberapa pilihan, kamu harus memilih. Jika kamu memutuskan untuk tidak memilih atau menjalani keduanya karena kamu takut menyakiti salah satu diantara pilihan itu, maka kamu egois.

karna yang sebenarnya kamu takutkan untuk tersakiti adalah dirimu sendiri

and always remember
 to choose one or to lose them all
 pilih salah satu atau kamu akan kehilangan semuanya

Minggu, 04 Desember 2011

Request Part 5

good afternoon bloggey. selamat makan bagi yang sedang makan
kalian pasti udah ngeliat video penghubung buat ke request part 5 kan ? belum ? liat dulu deh. lek gak aku ngamuk 
let's continue to part 5 :D

Scene 12: Kelas XI IPA5
waktu : siang hari, pas ga ada pelajaran
semenjak itu aku jadi semakin dekat sama kamu. anak-anak di kelas juga sudah mulai pada nggodain. itu semua gara-gara NOVALDI yang gembar-gembor saat melihatmu mengantarku pulang dari DBL -_________-
kamu pernah minta maaf sama aku, karna gara-gara kamu aku jadi merasa tidak nyaman di kelas. kita juga ga bisa ngobrol bebas lagi seperti dulu kan? tapi itu bukan salahmu kok :) lagipula sejujurnya, hal itu seru :D

yes ga ada pelajaran ! tapi enaknya ngapain ya -__-


temen: jor, maen UNO yuk !
aku : wah ayo ! :D


akupun mulai bermain UNO bersama teman-temanku. kamu juga akhirnya ikut bergabung :)
permainan itu seru sekali. kita tertawa bersama. ga hanya aku dan kamu, tapi juga temen-temen. aku inget banget kamu sama ibor bikin suara aneh pas main tablek nyamuk. suara itu membuat semua ngakak. oh man, I really miss my old friends :')
but some of them are changing now. well, everybody is changing, isn't it?

pokoknya permainan itu seru banget ! sampe pada suatu ronde, kamu kalah.

anak-anak: kasih hukuman ! sing kalah dihukum !
kamu: lho rek ga onok aturan ngono heh !
temen: lhooo sportif ta yaaan
anak-anak: iyooo ! yak opo see *membeo -__-
kamu: hassshhh


aku cuma ikut ketawa-ketawa aja, tanpa tahu kalo ketawaku tidak akan berlangsung lama.

temen: dihukum kongkon NEMBAK JORA ae !
anak-anak: WAAAAHHH SETUJU SETUJU ! 
kamu: HEH GENDENG MOH REK
temen: alaaahhhh babaaaah. ayo sportif yaaan !


aku cuma diem. and.. blushing.
EH ANAK-ANAK GILA -______________________- aku malu banget ! what is he gonna do? apa dia akan melakukannya atau dia akan menolaknya?


secara ga terduga, kamu menatapku

kamu: ini.. disuruh anak-anak ya


aku cuma bisa diem. nunduk. ga berani liat. sementara suasana mulai ricuh

kamu: far..
anak-anak: *nyiapin hape, ngerekam
kamu: WEEEHHH YO OJOK DIREKAM REEEK 
anak-anak: *ngakak* halaaahh wes gapopo ! lek ga gelem berarti onok opo-opo lo. ihiiiiyy
aku: *diem, blushing
kamu: YOWES YOWES


dan ini, adalah apa yang kalian dengarkan saat kalian nonton video

kamu:
far.. 
aku suka sama kamu
kamu..
kamu mau ga jadiin aku cowomu?


dan kelas serentak rame dan suara ngakak dimana-mana. aku cuma bisa duduk, salting, dan blushing.

Scene 13: Rumah
waktu: Malam hari, 14 Agustus 2010

aku: hei aku lho tadi abis liat video klip uapik on !
kamu: video apik opo?
aku: yaa angel njelasno ndek sms. ntar ae nek ketemu. lagian kamu juga mau cerita tentang film opoo iku se?
kamu: hmm iya ntar ae nek ketemu. besok bisa keluar?
aku: hmm kaya e bisa. kenapa?
kamu: yowes tak ceritain besok filmnya. sekalian aku mau cerita sesuatu :)


dahiku berkerut. mau cerita apa lagi?

Scene 14: Mall Olympic Garden
Waktu: siang hari, 15 Agustus 2010


blahhh arek iki reek. dijak omong ga ngereken -______-

akhirnya di hari itu aku jalan sama kamu. Sepanjang kita jalan di MOG, aku banyak mengajakmu berbicara. Namun sepertinya kamu tidak memperhatikanku, kamu malah sibuk tolah-toleh -__-
kamu menanggapi omonganku hanya dengan 'hmm', 'ooh', 'hahaha', 'iyo?'. entah kenapa hari itu kamu tidak mau menatapku. Hingga akhirnya kita berdua merasa kelelahan karena terlalu lama berjalan.

kamu: duduk situ yuk *menunjuk sebuah bangku
aku: ayok

setelah duduk, akupun menceritakan tentang video klip yang aku berjanji untuk menceritakannya padamu. Kamu memang mendengarkanku, tapi kamu tetap sibuk tolah-toleh. Kamu mendengarku, tapi kamu tidak memperhatikanku. 


aku: kamu lapo se ket mang tolah-toleh?
kamu: hah enggak. gapapa
aku: sekarang giliran kamu yang cerita!


kamu tampak shock mendengar perkataanku.

kamu: oke, aku cerita tentang film dulu ya..


aku mendengarkan ceritamu. Ternyata meskipun kamu yang berbicara, kamu sendiri tidak bisa fokus. Kamu tetap sibuk memperhatikan sekelilingmu seolah takut ada yang mengintai. Seolah kamu adalah secret agent yang sedang berada dalam secret mission -__-

aku: itu tadi cerita pertama kan? katanya kamu punya dua ceritaa
kamu: oh iya..


kamu menunduk. tanganmu saling menggenggam satu sama lain. aku diam menunggu cerita keduamu.

kamu: aku mau bilang kalo aku suka kamu.

Senin, 28 November 2011

Request Part 4

Scene 9: anywhere
waktu: anytime
hari-hari terus berjalan seperti biasa. aku mulai beradaptasi dengan teman-teman baru kelas XI. kelas yang awalnya aku kira ga asik, eh ternyata bakal jadi kelas yang paling tidak terlupakan selama masa SMA ku :)
dan termasuk juga ada kamu.
dengan adanya kamu, tiap hari rasanya memiliki warna yang berbeda. itu semua berkat kamu :)
but still, I still.. have something to hide. yeah you know, actually I really don't wanna talk about this but you insisted -,-
sebenernya semua begitu indah, yang sangat disayangkan adalah

kamu datang terlambat.
kamu datang saat hatiku, perasaanku, dan pikiranku sudah dimiliki orang lain. yah meskipun aku tau kalau aku harus segera meninggalkan orang ini.
waktu itu aku sangat ingat, aku memiliki sepasang gantungan kunci couple. aku mendapatkannya dari kawinan temennya ibuku. aku menunjukkannya padamu

kamu: waah aku mau !
aku: ga boleh. ini dari ibu


waktu itu wajahmu langsung menunjukkan ekspresi kecewa. maaf ya :(
1 alasan kenapa aku ga mau memberikannya padamu, yang pada saat itu ga mungkin aku ungkapkan, adalah aku ingin yang memiliki gantungan ini adalah suamiku kelak. the last one, the best one. dan aku masih terlalu takut untuk berhubungan dengan seorang cowo secara 'nyata'
fyi, this is the couple tee :) *bener ga tee? aku ngasal lo rek*
it's cute, isn't it ? :)


Scene 10: Gedung Olahraga Universitas Brawijaya
waktu: sore hari
hmm anak-anak pada ribut apa sih? DBL? aku dari kelas 10 ga pernah nonton sih. tapi boleh juga sekarang kelas 11 aku coba nonton. masa sekalipun aku ga pernah -__-

hari itu berjalan seperti biasa. Sekolah sedang ramai dengan acara DBL. Warga SMANSA saat itu sangat antusias menanti mulainya DBL. sebenarnya aku tidak tertarik, tapi berhubung saat ini aku sedang di bangku kelas 11, masa aku mau hanya menganggur? jadi.. okelah.

sorenya kamu sms aku

kamu: kamu liat dbl?
aku: yeah. kamu?
kamu: sama. mau bareng?
aku: umm.. aku..


aku lupa jawabanku saat itu. yang jelas semua berakhir dengan aku berangkat sendirian ke GOR -_____-
kamu merasa sangat bersalah dan berusaha menjemputku, tapi aku bilang ga usah. lagian rumahku tidak begitu jauh dari GOR

sesampainya disana aku kebingungan.

yaampun aku dateng kesini sendirian. I can't even find the GOR -______-


tapi untungnya waktu itu aku ketemu sama zi, popi, dan dena. kita langsung masuk ke GOR. waktu itu aku legaa banget ada temennya -__-
waktu itu aku sangat amazed dengan suasana GOR. aku belum pernah menonton pertandingan seperti ini. yaa bisa dibayangin betapa rumahannya aku -_-

aku dan teman-temanku mengambil tempat untuk duduk di atas. aku kira aku akan ngeliat pertandingan bersama mereka. eh tapi ternyata SALAH. zi sama pacarnya dan dia ga mau duduk karena.. sesuatu. popi juga sama mas-mas dan mereka duduk agak jauh dari aku. sedangkan dena ke tmpat temennya anak SMA lain.
as you expected, I'M TOTALLY ALONE.
lonely banget rasanya ditinggal -___-
tapi aku tetep berusaha menikmati pertandingan. masa udah bayar tapi ga dinikmati? ah  nikmati sajaa ~

saat itulah Allah menghendaki aku menoleh dan melihat kamu yang ada di tribun bawah sebelah kananku. kamu disana sama temenmu, Apip.
tau ga kamu? waktu itu aku sungkan banget mau ke sebelahmu. soalnya kamu lagi sama temenmu. tapi aku siapa tiba-tiba nyelonong sebelahmu -__- tapi kemudian..

zi: itu lo jor ada rian. kamu kesana aja
aku: he? emm sungkan 
zi: hala gapopo ! wes sana o


berhubung aku diusir jadi aku pindah -_-
aku berjalan ke sebelahmu

aku: hei
kamu: oh hei far
aku: aku ditinggal pacaran sama zi -__-
kamu: iyo ? wuakaka sini aee :)
aku: iya 


aku inget waktu itu sebenernya tempat yang aku tempatin itu tempat duduknya orang. tempat duduknya temenmu yang 1 lagi. tapi entah kenapaaa tiba-tiba orang itu ada di sebelah kananmu, sedeangkan aku di sebelah kirimu. padahal orang itu tadi udah ngeliatin aku minta tempat duduknya -_-
di tengah hiruk-pikuknya suasana, kamu berbisik

kamu: maaf tadi aku ga bisa ngantar kamu kesini
aku: gapapa kok
kamu: aku tadi udah ditungguin sama temen-temenku. maaf yaa
aku: hoalah gapapaa. santai ae lo :D
kamu: nanti pulangnya sama siapa?
aku: haem, ngangkot mungkin. atau minta jemput bapakku
kamu: aku anter ya?


waktu itu aku shock. aku langsung menoleh ke arahmu dan melihat matmu yang tertuju lurus ke arah mataku. waktu itu rasanya waku berhenti. serius ini. pernahkah kali merasakannya? pernahkah kalian merasakan waktu berhenti sejenak ketika kalian menatap mata seseorang yang kalian sukai?

oh man, aduh aduh


aku: oke. makasih ya :)


setelah itu waktu kembali berjalan.

Scene 11: On the road, Warna-Warni tempat makan
waktu: magrib

kamu: yuk pulang


pertandingan sudah selesai. akupun beranjak pulang bersama kamu. sepanjang perjalanan menuju parkiran, kita disuit-suiti anak-anak. kita salting banget, jelas itu. hingga puncaknya ketemu novaldi di parkiran -____-
kamu tau? waktu itu adalah pertama kalinya aku pergi malem-malem sama cowo dan berdua :)
sebelum pulang, kamu mengajakku makan malam. kita memutuskan untuk makan di WW.
Sesampainya di WW, kita sholat terus makan. well, bisa dibilang aku canggung banget -______________-
man, baru pertama kali aku makan berdua, malem-malem, DAN SAMA COWO ! gila. this is insane
seingetku waktu itu kita ga banyak bercanda, mungkin sama-sama salting -__-

well, that was a really magnificent night :)
thanks dear. thank you so much
to be continued

Minggu, 20 November 2011

Request Part 3

bonsoir monsieur et mademoiselle, selaaaaamat malaam duhai kekaaasiih (?)
oke, udah cukup intermezzo-nya, sekarang kita lanjut ke Request part 3. Cerita terakhir tentang Rian ngajak aku keluar ya ? oke capcuuus

Scene 6: Rumah, depan Saboten
Waktu : pagi hari jam 10
huaaahh akhirnya jadi hari ini juga. hmm aku harus pake baju apa ya ? aduh ngapain sih aku bingung gini -___-
wah udah jam 10! aku harus cepet ke Saboten nih. hmm pamitnya gimana ya, tapi kemarin udah izin tapi gapapa kok -__-
setelah pamit, aku berhasil keluar dari rumah dengan perasaan deg-deg an. iyaa, karna ini pertama kalinya aku diajak jalan berdua sama cowo, sebelumnya ga pernah. Sama sekali ga pernah. kamu yang pertama :)
dan seingetku, aku masih ingeeet banget, aku menjatuhkan pilihan sama baju terusan putih. waktu itu kamu ternyata pake kaos putih, jadi kaya couple :D

gimana ya aku bakal nyapa dia ? aduh bingung. apa harus langsung nabok sambil hiperaktif? atau malu-malu? atau datar? aduuuuh ! ngapain sih salting gini -___-

sesampainya di depan Saboten

aku: hei *nepuk dari belakang
kamu: hei. langsung aja yuk
aku: iyaa

setelah itu aku duduk jok motormu. pas itu kamu bingung karna aku ga duduk menghadap depan, padahal aku pake celana.


kamu: kok ga hadap depan aja ?
aku: gapapa
kamu: oh yaudah


setelah itu kita langsung pergi ke Togamas. Sepanjang perjalanan obrolan kita udah nyambung, waktu itu kita ngobrol tentang PB sama Ayodance. Alhamdulillah yah kita sama-sama gamer, jadi obrolan gampang nyambung :D
kamu cerita banyaaak banget ke aku, aku banyak ketawa waktu sama kamu :)

sesampainya di Togamas kita langsung ke tempat buku fisika. Pas naik eh ternyata kita ketemu sama salah satu temen sekelas kita, Anggita -____________________________-
jelas lah aku salting. pas itu Anggita ngeliatin kita dengan tatapan heran.

aku: anggita !
anggita: loh far :D loh ada Rian ?
aku: hahaha nyari buku apa nggit ?
anggita: fisika sama kimia..

aku : *pergi

trus aku denger percakapanmu sama Anggita
Anggita: nyari apa yan?
kamu: nyari buku fisika nggit
Anggita: sama siapa?
kamu: tuh *nunjuk AKU
Anggita: ooh...

'Ooh' nya Anggita itu sesuatu banget, bikin aku salting -______-
ga pake lama akhirnya kita selesai beli buku. pas turun ke bawah, kita ketemu lagi sama NIKO.
Sebenernya aku ga kenal sama Niko ini, aku cuma tau kalo dia ini temenmu. si Niko ini langsung ngeliatin aku dari atas sampe bawah sambil prengesan.

Niko: owalaaah.. pantes awakmu ga PBan yan


aku pura-pura ga denger aja -__________-

setelah membayar buku, kita udah siap-siap pulang. waktu itu menunjukkan pukul 11 siang.

kamu: hmm masih jam segini. jalan yuk
aku: err iya *nderedeg
kamu: ke Matos yuk
aku: engg.. ke MOG aja lebih deket dari sini
kamu: okee


Abis ituu kita ke MOG :D

Scene 7 : Malang Olympic Garden
Waktu: sekitar jam 11 an lah
aduuuh grogi beraaat -_____________________-
sebelumnya aku ga pernah jalan berdua sama cowo. Tuhaaaan semoga mukaku ga merah -_______-

di MOG kita cuma jalan-jalan aja. Kita ke Amazone juga :D
aku ingeet banget waktu itu kamu ngajak main basket sama semacam hockey gitu. aku kalah semua -___-
aku kalah gara-gara grogi main sama kamu tau ! aku ga pernah berdua main di mall sama cowo -__-
aku bakal ngalahin kamu kalo kita kesana lagi :p

setelah kita main sampe puas, kita istirahat sambil senderan, ngeliat ke bawah dari lantai tempat Amazone itu. dari situ keliatan seisi MOG :) kita ketawa bareng :)

kamu: *ketawa
aku: *ketawa
kamu: eh gapapa ta kamu jalan sama aku? takutnya ntar ada yang ngamuk *klasik banget -______-
aku: *diem* engga ada kok
kamu: oooh

aku tau lo maksudmu nanya itu :p

Scene 8: Jalanan
Waktu: jam 12an lah
Tuhan, pantaskah aku ngerasa bahagia gini ? Jadi gini ya rasanya dibonceng cowo ? Gini ya rasanya jalan berdua ke mall sama cowo ? Tuhan, aku bingung. Pantaskah aku bahagia karenanya ?


sepulang dari MOG, kita ga langsung pulang :)
Kamu ngajak aku keliling-keliling kota pake motormu. Meskipun itu sesuatu yang simple, tapi aku seneeng banget. Asal kamu tau, aku ga pernah muter-muter kota kaya gitu :')
kamu yang pertama. meskipun kamu bukan yang pertama yaku pernah aku cintai. Tapi temenku pernah bilang

Ada cinta yang ga pernah mati, meskipun bukan yang pertama


Sabtu, 12 November 2011

Request Part 2

hello bloggy
good afternoon, selamat sore, bonsoir, dan selamat tinggal bagi anda yang akan meninggalkan daerah Malang dan sekitarnya.
hari ini aku mau melanjutkan ceritaku, kemaren sampe scene 3 ya ? oke ga usa kakean omong, lanjuuuut

Scene 4: Rumahku
Waktu : July 22, 2010. Malam hari
Hoaaamm, aku merasa lelah sekali. Dia yang disana juga tidak menghiraukanku, entah dia sedang apa. Aku sebenarnya lelah dengannya, tapi entah kenapa hati ini terus bertahan dengannya *colek Rara :3
Aku mengecek ponselku. Tidak ada SMS. Ah aku lelah, tapi mengapa aku terus bertahan menyayanginya seperti ini ? Kenapa aku harus terus berhubungan dengan orang yang bahkan menyentuhnya saja tidak pernah ? Kenapa aku bisa mencintai orang seperti ini ? Kenapa aku bisa mencintai orang yang bahkan malu untuk mengakui bahwa dia milikku ? ah cinta memang buta.
Ya sudah, aku main FB saja.


aku :Ehm, kira-kira Rian punya FB ga ya ?  ah ngapain sih dipikir -___-


aku pun mulai membuka akun FB ku. Lalu aku menemukan tanda di Friend Request ku.

1 Friend Request --> See All -->
Triananda 'Gooner' Maulana 


*okay, his name sounds 'alay'. tapi bukan itu intinya -__-


Kalian tau? mataku mau copot saat itu -__________-
baru saja aku memikirkannya, ternyata dia sudah menge-add ku. Apakah ini.. alah hanya kebetulan Jor.
tanpa pikir panjang aku langsung mengklik tulisan confirm.

aku : aku wall aja aah :3 *mengetik


Write Post
lho rian :D
Share.

aku merasa sangaat bahagia. Perasaan apa ini ? Aku ga boleh seharusnya merasa se-bahagia ini. Aku udah ada yang memiliki. Eh itupun kalau dia merasa memilikiku sih.

aku : dibales ga ya.. dibales gimana yaa..


1 new notification
Triananda Maulana Posted on your wall 
"lho Fara :D"


ngga lama setelah itu, gantian message FB ku mengeluarkan kotak merah kecil.


Triananda Maulana                 
  • mnta nmer HP ne po'o..???:)

    Rachma Fariza Pramalia
    • sbb..
      gae opo? mau kamu beli'in pulsa aa? wkwkwk
      085234******
      oya, lek kamu punya nomer.e anak" sms.en aku yoo.

      • Triananda Maulana
        • iya ntar tak bliin pulsa tapi pke uangmu yow
        • Rachma Fariza Pramalia
          • halahh, pelit pelit :p

            wkwkwk.. fb an dmn? d hape apa kompi?

        • Triananda Maulana
                            • d kompi warnet hahahahha
                              km kok gag OL d kompi ae biar bs chating 
                              :D


  • Rachma Fariza Pramalia
    • gak nyambung ke internet kompi.ku .. sambungin hayoo.. hahaha

      wahh, gak pb.an aa?





  • Triananda Maulana
    • weeehhh kok ngerti lek aq PBan..???lg males, bnyk cheater
      nmr mu tak sms kok pnding trus..???salah ketik mosok..??





  • Rachma Fariza Pramalia
    • biasa.ne lak cwo gt.. hahahaa..

      alah lek mereka nge.cheat kamu yo cheat jg ae.. *sesat*

      ohh.. aku kan lg fb.an, lg pake nomer 3. mau smsan aa? aku tak ganti kartu dlu..




  • Triananda Maulana
    • oalahhhh
      terserah se, mw ganti op gag





  • And that was the day that I knew,  will have a story with you :)

    Scene 5: Rumahku
    Waktu: Malam hari
    Sudah sekitar beberapa hari kita smsan. Aku selalu merasa senang tiap kali menerima sms dari kamu :)
    Hingga suatu malam..

    kamu: besok ada acara?
    aku: ngga. kenapa ? *remaja nganggur ga begitu suka maen ya gini ini -__-

    kamu: mau nemenin aku cari buku fisika ga ? soalnya aku agak-agak lupa tempatnya togamas. maklum anak urban wakaka. sekalian bisa cari buku yang bagus. mumpung besok minggu. gimana? kalo gamau juga gapapa sih :)
    aku: emm.. insyaallah ya. aku tanya ortuku dulu

    hey bloggy, you know what ? that was the first time i was asked by a guy to go somewhere with him. Jadi aku grogi beraaat -___-
    aduh, what should I do ? mana aku ga pernah keluar berdua sama cowo. kira-kira diizinkan ga ya? aduh serem -__-
    tapi akhirnya dengan berbagai manuver dan alasan, aku berhasil diizinkan keluar :D tentunya tanpa menyebutkan bahwa aku akan pergi bersama seorang cowo BERDUA. haha -_-

    aku: iyaa bisa kok. jam berapa ?
    kamu: jam 10?
    aku: oke. tunggu aja di depan saboten ya :)
    kamu: okee. makasih mau nemenin :)

    hmm dilanjut lagi kapan-kapan ya. kesel rek -___-